Profil Dusun Sialang Batuah,Desa Guruh Baru (KAB.Sarolangun, Prov.JAMBI)

Kamis, 13 July 2017 WIB- Editor : Khalim - Sumber : Doc.CAPPA

Dusun yang dibangun secara swadaya sejak tahun 2007, berjarak sekitar 160 km dari kota Jambi, dengan kondisi jalan di desa yang terbuat dari 14 km aspal dan 15 km jalan tanah yang hanya bisa dilalui kendaraan bermotor roda dua pada musim hujan dan musim panas atau kendaraan bermotor roda empat pada musim kemarau.




Dusun yang penduduknya ramah ini merupakan bagian dari Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun VI, Dusun VII da Dusun VIII dengan 9 Rukun Tetangga (RT). Model pembangunan dilakukan dengan pembagian tata ruang dusun yang terdiri dari wilayah pemukiman, perladangan, lahan kolektif dan fasilitas umum. Masyarakat Sialang Batuah adalah masyarakat campuran antara masyarakat lokal Mandiangin dengan masyarakat imigran yang berasal dari beberapa desa eks transmigrasi di kecamatan Mandiangin dengan mayoritas suku bangsa Melayu, Jawa, Batak, Padang dan Sunda.




Fasilitas umum yang sudah terbangun antara lain sarana pendidikan (PAUD-SMP), fasilitas kesehatan (Puskesmas Pembantu lengkap dengan bidan dan mantri), fasilitas ibadah (masjid), fasilitas olah raga, balai adat dan pemakaman umum.




Dalam pengelolaan lahan pertanian, di Sialang Batuah terdapat 6 Kelompok tani laki-laki dan 3 kelompok tani perempuan dengan status aktif. 100% masyarakat bermata pencarian sebagai petani dan menjadikan tanah sebagai sumber kehidupan utama.




Berkonflik dengan perusahaan Hutan Tanaman Industri yaitu PT. Agronusa Alam Sejahtera (PT. AAS) sejak tahun 2009 setelah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan izin Hutan Tanaman seluas 22.525 ha kepada PT. AAS dimana 100% wilayah Sialang Batuah yang luasnya 2.308 ha masuk dalam konsesi PT. AAS.









Berita Populer

PT Reki dan Warga Dusun Trans 3 SAD desa Sepintun Sepakat Memanfaatkan HHBK di Dalam Konsesi

Dibaca (157)

Yayasan CAPPA mengadakan Ngobrol bareng Hutan Sosial “Kontribusi Hutan Sosial dalam Transformasi Konflik Tenurial” (pengalaman dari Jambi)

Dibaca (117)

Petani Hutan dan Masyarakat Adat melawan Virus Corona Covid-19

Dibaca (103)

HGU dalam Dusun lamo komunitas Batin Sembilan

Dibaca (342)

Workshop Akses Modal Usaha dan Rantai Pasar Produk KTH

Dibaca (695)

WORKSHOP TATA KELOLA EKONOMI PETANI HUTAN PASCA IZIN PERHUTANAN SOSIAL

Dibaca (301)

Menyusun Bersama Naskah Kerjasama (PT. REKI dengan Desa Sepintun dan Lamban Sigatal)

Dibaca (507)

Zonasi Ruang Adat pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas “Hutan Tano Nenek Puyang Urang Rimba”

Dibaca (468)

"Pelatihan Negosiasi dan Peningkatan Kapasitas Bagi Komunitas Dalam Tata Kelola Lahan Melalui Pemetaan Partisipatif untuk Penyelesaian Konflik Sumber Daya Alam"

Dibaca (453)

Berbagi pengetahuan tentang penanganan konflik tenurial kehutanan di Provinsi Jambi

Dibaca (460)

Direktorat PKTHA Fasilitasi pertemuan penyelesaian Konflik antara PT AAS dengan masyarakat dusun Sialang Batuah

Dibaca (496)

Workshop Pembelajaran dan Review Sistem Planning-Monitoring-Evaluation-Reporting (PMER) CAPPA dan Mitra CAPPA (II)

Dibaca (365)

FGD "Membangun Kesepahaman dan merumuskan rencana Kerjasama dalam Pemanfaatan HHBK di Konsesi PT Restorasi Ekosistem Indonesia Kabupaten Sarolangun"

Dibaca (396)

Pelatihan dan Penguatan Sistem Planning-Monitoring-Evaluation-Reporting (PMER) CAPPA dan Mitra CAPPA

Dibaca (311)

Survey Evaluasi Zonasi Taman Nasional Bukit DuaBelas

Dibaca (733)

Copyright © 2017 • Yayasan Cappa Kota Jambi • Website Developed By RUMAH PROJECT