Menyusun Bersama Naskah Kerjasama (PT. REKI dengan Desa Sepintun dan Lamban Sigatal)

Selasa, 18 June 2019 WIB- Editor : Khalim - Sumber : Dok. CAPPA

Sarolangun, 29 April 2019, PT Restorasi Ekosistem Indonesia menyusun Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) dengan perwakilan Masyarakat Desa Sepintun dan Lamban Sigatal yang berada di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, Kegiatan ini adalah lanjutan dari proses penyelesaian konflik antara PT. REKI dan Masyarakat Desa Sepintun dan Lamban Sigatal dalam pemanfatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang saat berada dalam izin konsesi PT. REKI. Pemanfaatan HHBK merupakan mata pencarian masyarakat yang sudah dilakukan jauh dari sebelum perusahaan mendapatkan izin. Untuk menghindari agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan maka kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya melalui kesepakatan kerjasama. Yayasan CAPPA sebagai pendamping masyarakat sudah menginisiasi beberapa aktivitas dan bekerjasama dengan KPH untuk menemukan jalan keluarnya. Dari inisiasi yang dilakukan ini disepakati beberapa kegiatan baik yang dilakukan oleh masing-masing pihak maupun kegiatan yang dilakukan bersama.

Dimulai dengan mempertemukan kedua belah pihak untuk membangun kesepahaman penyelesaian, pertemuan lanjutan dilakukan pada tanggal 15 oktober 2018 di desa Sepintun. Dari pertemuan ini disepakati bahwa sebelumnya ada 4 Desa yang akan dibangun kemitraan, tetapi disepakati untuk membangun NKK dua desa terlebih dahulu yaitu Desa Sepintun dan Lamban Sigatal karena dua desa ini pernah membangun kesepakatan sebelumnya pada tahun 2014 tapi tidak implementatif, sementara Desa Sako Besar dan Taman Bandung akan dilanjut setelahnya tetapi masyarakat dua desa tersebut tetap diperbolehkan beraktifitas untuk pemanfaatn HHBK di wilayah REKI.


Pada kesepakatan pertemuan ini juga Pihak PT. REKI akan melakukan kajian dan assessment secara internal terhadap dua desa yang akan dimitrakan dan ini juga sudah dilakukan pada tanggal 18-29 Oktober 2018. Setelah proses verifikasi data masyarakat oleh KPHP, PT. REKI dan CAPPA. Maka kesepakatannya adalah CAPPA bersama PT. REKI akan menyusun draft NKK dan CAPPA diminta untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Draft dan sosialisasikan juga sudah dilakukan.




Tetapi pada proses kemudian ada informasi yang disampaikan oleh pihak PT.REKI bahwa ada beberapa point yang kemudian diusulkan oleh PT. REKI untuk direvisi. Berdasarkan informasi ini lah kemudian CAPPA mendorong untuk dilakukan pertemuan kembali para pihak untuk melakukan pembahasan NKK untuk memastikan keberatan dari pihak PT. REKI.

Pada pertemuan pembahasan NKK ini dari 11 Pasal yang didiskusikan, pihak perusahaan masih keberatan pada isi pasal 1 Ayat 7 dan Pasal 2 Ayat 3 tentang luasan. Atas keberatan perusahaan ini maka disepakati untuk memberi waktu menyampaikan kepada pimpinan PT REKI agar bisa diputuskan. Kepastian jawaban perusahaan ini hingga dua minggu setelah pertemuan hari ini. Naskah kesepakatan kerjasama paling lambat akan ditanda-tangani pada bulan Juni 2019


Copyright © 2017 • Yayasan Cappa Kota Jambi • Website Developed By RUMAH PROJECT