Rivani Noor

Lahir di Banjarmasin, Pada Tahun 19 Desember 1971. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas telah aktif dalam berbagai Organiasi. Kegemarannya dalam membaca membuatnya menjadi sosok yang haus ilmu pengetahuan dan menjadikan dirinya penyantap berbagai buku dan bahan bacaan. Menyelesaikan studi di salah satu Universitas di Jawa Tengah membuatnya semakin mantap dalam berorganisasi baik di organsiasi kampus maupun organsiasi luar kampus. Berbagai pengetahuan dasar yang diperolehnya dari bahan bacaan yang menjadi konsumsi sehari-hari menjadikan dirinya seorang otodidak yang banyak belajar dari kelompok-kelompok masyarakat akar rumput seperti petani, buruh dan kelompok masyarakat miskin lainnya. Rivani mulai aktif di dunia NGO sejak tahun 1990-an dengan menjadi atkivis Walhi. Jaringan kuat yang dia miliki membuatnya menginisiasi satu jaringan aliansi masyarkaat sipil untuk industry Pulp dan Paper pada tahun 2003 yang di sebut CAPPA. Berperan sebagai Fasilitator membuatnya bertanggung jawab penuh terhadap kerja-kerja, konsolidasi dan keberlangsungan CAPPA dalam advokasi industry Pulp dan Paper di Indonesia. Bersama para pendiri CAPPA, pada tahun 2007 sepakat melembagakan CAPPA menjadi Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi dan menempatkan beliau sebagai Ketua Badan Pengurus hingga saat ini.

M Zuhdi

Pria kelahiran 6 November 1977 di Kabupaten Bungo ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang biasa di sapa Cik Edi ini menjadi sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia. Pada tahun 2007 bersama beberapa aktivis senior yang tersebar di beberapa provinsi mendirikan Yayasan SETARA Jambi yang memposisikan Edi sebagai salah satu Dewan Pendiri. Selain itu ia juga tercatat sebagai Dewan Pendiri Perkumpulan Hijau yang berdiri pada tahun 2010. Pria dua anak yang tinggal di wilayah Mayang kota Jambi ini menjabat sebagai Direktur Pelaksanan Yayasan CAPPA, dimana sebelum menjadi Direktur Pelaksana sejak bergabung dengan Yayasan CAPPA pada tahun 2009 sempat menempati posisi Office Manager dan Deputi Direktur. Saat ini juga tercatat sebagai Anggota Perkumpulan Sawit Watch. Pada tahun 2017 hingga saat ini tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi.

Yuli Musriyani

Perempuan berkacamata kelahiran 15 Juli 1983 ini menyelesaikan pendidikan formal di Universitas Jambi pada Jurusan Akuntansi di tahun 2005. Aktif dalam organisasi ekstra kampus menuntunnya bergabung dengan Yayasan CAPPA pada tahun 2007. Selama bergabung dengan Yayasan CAPPA di percaya sebagai Manajer Keuangan. Perempuan satu anak ini saat ini berdomisili di Komplek Komering wilayah Mayang Kota Jambi.

Anisak Masriah

Perempuan kelahiran 2 Juni 1994 ini menyelesaikan pendidikan Jurusan Akutansi di Universitas Jambi pada tahun 2015. Perempuan yang akrab disapa Anis ini bergabung dengan yayasan CAPPA pada tahun 2015 diakhir masa studinya sebagai staf Keuangan. Saat ini tinggal di wilayah Mendalo, Muaro Jambi.

Yola Chiyintia Noprianti

Wanita kelahiran Jambi 21 November 1993 ini menyelesaikan Pendidikan Formal di Universitas IAIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi pada tahun 2015 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Akrab disapa Yola dan Hobi Travelling ini bergabung dengan Yayasan CAPPA di tahun 2018 sebagai Staff Keuangan.

Yunus Zulhakim

Dilahirkan pada tanggal 23 Maret 1980 dipesisir Timur Sumatera di Kab.Tanjung Jabung Timur, Jambi. Pria yang semasa kecilnya dekat dengan kehidupan laut ini memiliki kecintaan kepada laut dan pernah berpropesi sebagai nelayan, kebiasaan melaut ini lah yang membuat pria ini memiliki kemampuan untuk membaca arah angin dalam menentukan kapan waktu yang paling baik daalm melaut. Sebagai pria yang semasa sekolahnya aktif diorganisasi kesiswaan dan pramuka ini memahami betul dalam berorgansiasi. Punya pengalaam dalam berorganisasi ini lah yang yang membuat dia bergabung dengan Yayasan CAPPA dan tempatkan sebagai sebagai Community Organizer pada tahun 2010. Sempat tidak aktif di Yayasan CAPPA selama tahun 2014 dan kembali bergabung dengan Yayasan CAPPA pada tahun 2015, Berasal dari kampung gambut di Kelurahan Nipah Panjang 1 ini ditunjuk kembali oleh Yayasan CAPPA untuk terlibat dalam program pemulihan gambut di Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi bersama Koalisi Masyarakat untuk Pemulihan Gambut (KompaG), Bapak satu anak yang akrab di sapa Yunus ini berdomisili di Kebun Bohok, Kota Jambi. dan dipercaya sebagai Koordinator Program Kabupaten Batanghari pada Januari 2017.

Dedi Gustian

Lahir di wilayah paling barat Provinsi Jambi tepatnya di Sungai Penuh Kabupaten Kerinci pada tanggal 1 Juni 1983, Pria penyuka musik Rock ini pernah membentuk group band untuk menyalurkan hobby musiknya. Pernah bekerja di salah satu Organisasi Masyarakat Sipil (NGO) lokal yang berlokasi di Sarolangun, pria yang mempunyai kemampuan dalam teknik informatika komputer dan disain grafis ini juga memiliki kecintaannya pada perangkat komputer yang menghantarkan dia menjadi tenaga Teknis Komputer di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Jambi pada tahun 2007 - 2010. Kemampuannya dalam menggunakan GPS dan Software GIS juga membuat dia terpilih menjadi Koordinator Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Jambi periode 2013-2015. Pria yang tinggal di Jl. Kimaja, Kelurahan Simpang III Sipin Kota Jambi ini bergabung dengan Yayasan CAPPA sejak tahun 2016 sebagai Koordinator Program Provinsi.

Bambang Isnaini

Pria yang dilahirkan pada hari Senin tanggal 5 Juni 1982 ini sering disapa oleh teman-temannya Bembeng, pria yang punya kecintaan pada otomotif ini tergabung dalam IOF Pengda Jambi dan KITO Offroad Jambi tahun 2017 - sekarang, sebagai pecinta alam hampir semua gunung yang ada di Indonesia sudah didakinya. Tercatat sebagai anggota KPA PAMALAYU (2000 - 2008) yang membawanya kedunia yang akrab dengan persoalan lingkungan dan sosial. Hobi petulang juga mengantarkannya aktif dalam Forum Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jambi hingga sekarang. Sebagai penyuka poto dia juga memiliki kemampuan software editing poto dan film. Pria yang mahir dalam mengoperasi drone ini mulai bergabung di Yayasan CAPPA pada Januari 2016 sebagai Koordinator Program Kabupaten Sarolangun. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Perkumpulan Hijau Jambi.

Puteri Damayanti

Lulusan terbaik Fakultas Pertanian Universitas Jambi jurusan Agribisnis tahun 2017 ini dilahirkan di Jambi 03 September 1995, semasa kuliah pernah memiliki pengalaman dalam pembuatan MOL dari limbah pasar untuk pupuk organik tanaman padi, Perempuan yang disapa Putri ini tercatat sebagai Trainer Best Management Practice di Yayasan Setara Jambi tahun 2016 - 2017. aktif di organisasi kemahasiswaan membuat wanita yang akrab di sapa Putri Ini bergabung dengan Yayasan CAPPA pada tahun 2018 sebagai Fasilitator Komunitas.

Utari Octikarani

Wanita kelahiran Jambi 19 Oktober 1996, Yang saat ini masih menyelesaikan semester akhir sebagai Mahasiswi di Universitas BatangHari Jambi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Program Studi Bahasa Inggris, pernah tercatat sebagai ketua MAPALA GITASADA dan sebagai anggota hingga saat ini, Bergabung dengan Yayasan CAPPA pada tahun 2018 sebagai Fasilitator Komunitas.
Copyright © 2017 • Yayasan Cappa Kota Jambi • Website Developed By RUMAH PROJECT